Terkini

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Nasional

Haikal Hassan dan Gelar Profesor Kehormatan yang Menggemparkan Dunia Halal

Haikal Hassan dan Gelar Profesor Kehormatan yang Menggemparkan Dunia Halal
Prof dr haikal hassan (Foto: BeritaOpini/Dokumentasi)
Editor

Editor

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:52 WIB

Busan, Korea Selatan — Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, kembali mencatatkan prestasi membanggakan di panggung internasional. Pada pertengahan Juni 2026, ia resmi menerima gelar Profesor Kehormatan atau Profesor Emeritus dari Silla University. Penghargaan bergengsi ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan diplomasi halal Indonesia yang semakin diperhitungkan oleh dunia.

Pemberian gelar tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi besar Haikal Hassan dalam membangun, memperluas, serta memperkuat ekosistem halal, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dalam diskusi global mengenai standar halal, pendidikan, penelitian, hingga sistem jaminan produk halal yang terus berkembang.

Bagi Indonesia, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian pribadi seorang pejabat negara. Lebih dari itu, pengakuan tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri halal dunia. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat global terhadap produk yang aman, higienis, berkualitas, dan memiliki tingkat kepercayaan tinggi, konsep halal kini berkembang menjadi bagian dari standar mutu, etika konsumsi, dan gaya hidup modern yang mendunia.

Ahmad Haikal Hasan, yang akrab disapa Babe Haikal, menerima penghormatan tersebut dalam rangkaian agenda akademik dan kerja sama internasional yang melibatkan Silla University bersama BIC Halal Korea. Dalam forum tersebut, halal dibahas bukan hanya sebagai regulasi teknis semata, melainkan sebagai ekosistem pengetahuan yang membutuhkan dukungan pendidikan tinggi, riset lintas negara, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Pengakuan Akademik atas Kiprah Indonesia

Penganugerahan gelar Profesor Kehormatan dari Silla University menjadi bukti bahwa dunia akademik internasional mulai memberikan perhatian lebih terhadap peran Indonesia dalam pengembangan jaminan produk halal. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan pasar halal yang terus tumbuh, Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi rujukan dalam tata kelola, sertifikasi, dan pengembangan industri halal global.

BPJPH sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan jaminan produk halal memegang peran penting dalam proses tersebut. Di bawah kepemimpinan Haikal Hassan, penguatan ekosistem halal tidak hanya difokuskan pada aspek administratif sertifikasi, tetapi juga pada pembangunan jejaring internasional, kolaborasi lintas lembaga, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Silla University menilai kontribusi Haikal Hasan dalam memperluas pemahaman mengenai jaminan produk halal sebagai salah satu alasan utama pemberian gelar ini. Ia dianggap berhasil mendorong halal menjadi konsep yang lebih luas, mencakup makanan, minuman, kosmetik, obat-obatan, jasa, hingga sistem rantai pasok global yang terintegrasi.

Dalam konteks ekonomi global saat ini, halal tidak lagi dipandang sekadar label keagamaan. Halal telah menjadi bagian dari standar kepercayaan konsumen yang mengedepankan transparansi, keamanan, kebersihan, dan kepastian proses produksi.

Halal sebagai Bahasa Universal Dunia

Dalam pidato penerimaannya, Haikal Hassan kembali menegaskan visi yang selama ini sering ia sampaikan, yaitu “Halal is for all” atau halal untuk semua.

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting yang ingin dibawa Indonesia ke panggung internasional. Menurut pandangan tersebut, halal tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam, tetapi juga dapat menjadi standar universal yang memberikan jaminan keamanan, kebersihan, kualitas, dan kepercayaan bagi seluruh masyarakat.

Konsep “halal is for all” menunjukkan bahwa industri halal memiliki kemampuan untuk menjembatani pasar lintas agama, budaya, dan negara. Saat ini, produk halal semakin diminati oleh berbagai kalangan karena dianggap memiliki standar kualitas yang jelas dan dapat dipercaya.

Di sinilah Indonesia memiliki peluang besar. Dengan pengalaman panjang dalam pengelolaan sistem halal, Indonesia berpotensi menjadi penghubung antara kebutuhan pasar global dan standar jaminan produk halal yang kredibel serta diakui secara internasional.

Dari Sertifikasi Menuju Ekosistem Halal yang Menyeluruh

Selama ini pembahasan halal sering kali hanya dikaitkan dengan proses sertifikasi produk. Padahal, ruang lingkup ekosistem halal jauh lebih luas dibanding sekadar penerbitan label pada kemasan.

Ekosistem halal mencakup berbagai aspek seperti pendidikan, penelitian, audit, pengawasan, laboratorium, rantai pasok, logistik, pemasaran, pelatihan SDM, hingga kerja sama antarnegara. Oleh karena itu, pengembangannya membutuhkan keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, lembaga sertifikasi, komunitas, hingga mitra internasional.

Penganugerahan gelar Profesor Kehormatan kepada Haikal Hasan memperlihatkan bahwa isu halal kini telah menjadi bagian dari diskursus akademik global. Dengan masuknya halal ke ruang pendidikan tinggi, kajian mengenai halal dapat dilakukan secara lebih ilmiah, multidisipliner, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.

Perguruan tinggi memiliki peluang besar untuk mencetak tenaga ahli halal, auditor, peneliti, analis laboratorium, konsultan industri, hingga pengembang teknologi digital yang mendukung transparansi proses sertifikasi.

Kolaborasi Silla University dan BIC Halal Korea

Salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah penandatanganan kerja sama antara Silla University dan BIC Halal Korea. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat pendidikan, penelitian bersama, serta pengembangan sertifikasi halal berstandar internasional.

Kolaborasi tersebut memiliki nilai strategis bagi kedua negara. Bagi Korea Selatan, meningkatnya pasar halal global membuka peluang besar bagi industri makanan, kosmetik, farmasi, pariwisata, dan gaya hidup. Sementara bagi Indonesia, kerja sama ini memperluas jaringan diplomasi halal dan memperkuat posisi sebagai negara yang aktif dalam pengembangan standar halal dunia.

Melalui kerja sama akademik dan kelembagaan, kedua pihak dapat mengembangkan program pelatihan, pertukaran pengetahuan, penelitian terapan, hingga model sertifikasi yang mampu menjawab tantangan industri modern.

Indonesia dalam Persaingan Industri Halal Global

Industri halal dunia terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Kesadaran konsumen terhadap kualitas, keamanan, dan nilai etis suatu produk mendorong banyak negara untuk berlomba mengembangkan sektor halal.

Negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, Thailand, Australia, hingga Brasil semakin aktif mengembangkan produk dan layanan ramah halal. Hal ini menunjukkan bahwa halal telah menjadi bagian dari persaingan ekonomi global yang sangat potensial.

Dalam situasi tersebut, Indonesia tidak cukup hanya menjadi pasar. Indonesia harus mampu tampil sebagai pemain utama, pusat pengetahuan, penyusun standar, sekaligus mitra strategis bagi negara lain dalam pengembangan industri halal dunia.

Halal, Pendidikan, dan Penguatan SDM

Salah satu poin penting dari penganugerahan gelar tersebut adalah pengakuan terhadap kontribusi Haikal Hasan dalam pengembangan pendidikan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang halal.

SDM merupakan faktor utama dalam keberhasilan industri halal. Regulasi yang baik tidak akan berjalan optimal tanpa kehadiran tenaga ahli yang memahami standar halal, teknologi pangan, manajemen mutu, hukum, komunikasi, dan diplomasi internasional.

Karena itu, pendidikan halal perlu terus berkembang menjadi bidang kajian yang lebih luas dan terintegrasi. Perguruan tinggi dapat mengembangkan kurikulum yang menggabungkan ilmu agama, sains, teknologi, bisnis, hukum, serta hubungan internasional.

Ke depan, kebutuhan terhadap tenaga ahli halal diperkirakan akan semakin meningkat seiring pesatnya perkembangan industri halal global.

Diplomasi Halal sebagai Soft Power Indonesia

Penganugerahan gelar Profesor Kehormatan kepada Haikal Hassan juga dapat dipandang sebagai bagian dari strategi diplomasi halal Indonesia. Dalam hubungan internasional modern, soft power tidak hanya dibangun melalui budaya dan pariwisata, tetapi juga melalui standar, nilai, dan sistem yang mendapat kepercayaan dunia.

Halal dapat menjadi salah satu instrumen penting bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan internasional, membuka peluang ekspor, meningkatkan kerja sama penelitian, dan memperkenalkan tata kelola produk yang berbasis kepercayaan.

Jika dikelola secara optimal, diplomasi halal dapat memberikan dampak ekonomi yang luas. Produk Indonesia akan semakin mudah memasuki pasar global, UMKM dapat meningkatkan daya saing, dan berbagai sektor industri dapat berkembang lebih kompetitif.

Momentum Baru bagi Industri Halal Nasional

Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University kepada Ahmad Haikal Hassan menandai babak baru dalam pengakuan dunia terhadap peran Indonesia di sektor halal. Momentum ini dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas jejaring internasional, memperkuat pendidikan halal, meningkatkan kualitas SDM, serta memperbesar kepercayaan dunia terhadap sistem jaminan produk halal Indonesia.

Lebih dari sekadar penghargaan personal, peristiwa ini mengirimkan pesan bahwa halal kini telah menjadi isu strategis global yang berkaitan dengan ekonomi, pendidikan, diplomasi, teknologi, dan perubahan perilaku konsumen.

Ketika Haikal Hassan kembali menegaskan bahwa “halal is for all”, pesan tersebut menggambarkan arah baru industri halal dunia yang lebih inklusif, lebih universal, dan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Dari Busan, Korea Selatan, Indonesia kembali menunjukkan bahwa halal bukan hanya identitas keagamaan, tetapi juga simbol kualitas, sarana kerja sama internasional, serta peluang besar bagi masa depan ekonomi global. Pengakuan dari Silla University menjadi bukti bahwa dunia semakin memperhatikan kontribusi Indonesia, dan tantangan berikutnya adalah mengubah pengakuan tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat utama ekosistem halal dunia.

Baca Juga