Tryout.id

Simak Informasi Apa itu Tuberkulosis dan Bagaimana Cara Pencegahannya

27 Mar 2022  |  88x | Ditulis oleh : Admin2
Simak Informasi Apa itu Tuberkulosis dan Bagaimana Cara Pencegahannya

Menurut WHO, pada tahun 2020 sebanyak 1,5 juta orang meninggal karena penyakit tuberkulosis. Di seluruh penjuru dunia, Tuberkulosis alias TBC ini menjadi penyakit penyebab kematian ke-13 dan pembunuh menular nomor dua sesudah COVID-19 (di atas HIV/AIDS).

Pada 2020 silam diprediksi kira-kira 10 juta orang mengidap TBC di seluruh dunia. Diantaranya terdapat 5,6 juta laki-laki, 3,3 juta perempuan dan 1,1 juta anak-anak.

Penting anda ketahui bahwa TBC ada di seluruh negara dan dapat masuk ke seluruh kelompok umur. Meski angka penderita di atas nampak cukup luar biasa, sebetulnya TBC  dapat dihindari dan diobati. 

Apa Itu Tuberkulosis?

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi karena bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang umumnya kerap menyerang paru-paru. Tetapi, bakteri ini pun bisa menyerang organ lain seperti tulang, usus, kulit, dan kelenjar getah bening. Masa inkubasi bakteri ini relatif lama, yakni antara 2-12 minggu. Hal itu dikarenakan bakteri TBC dapat berada dalam kondisi dorman atau tidak aktif di jaringan paru. Oleh sebab itu tanda-tanda TBC kerap muncul pada orang-orang yang mempunyai imunitas down.

Tanda Tuberkulosis Paru

Tanda-tanda TBC paru yang kerap terjadi ialah berbentuk batuk kronis. Batuk terjadi lebih dari 2 minggu, timbul demam yang tak terlampau tinggi tetapi berkelanjutan, keringat malam meski cuaca tik panas, dan pengurangan berat badan.

Batuk pada TBC tak terlampau kerap atau berat seperti batuk pada penyakit saluran nafas kebanyakan, malah terkadang cuma kedengaran seperti “berdehem” saja. Batuk umumnya diikuti dahak yang jika sudah lanjut dapat diikuti dengan darah kehitaman.

Bila bakteri merusak jaringan paru dan membangun jaringan parut, peran paru penderita TBC akan menurun secara tetap sehingga kadang-kadang penderita tetap mengalami sesak meski telah sembuh atau tak ada bakteri lagi di dalam tubuhnya.

Jika anda menderita tanda-tanda di atas atau curiga sudah melakukan kontak dengan pengidap TBC dapat langsung dicek ke dokter terdekat.

Penularan Tuberkulosis Paru

TBC paru merupakan penyakit yang menular lewat droplet ketika batuk. Oleh sebab itu kontak dengan pengidap TBC menjadi catatan yang umumnya ditanyakan untuk pengidap yang dicurigai TBC. Berada di daerah padat, ventilasi buruk, tinggal di tempat kumuh, rumah kurang sinar matahari pun bisa menjadi faktor risiko terkena penyakit TBC.

Pemeriksaan Tuberkulosis Paru

Beberapa pemeriksaan pendukung yang dapat dilakukan untuk menunjang diagnosis TBC seperti melakukan Interferon Gamma Release Assays (IGRA), tes Mantoux, pemeriksaan dahak 3 waktu, dan melakukan foto rontgen paru. Pemeriksaan ini tak selamanya dilakukan semua, tetapi akan ditentukan dan dianjurkan menurut kondisi penderita waktu itu.

Pengobatan Tuberkulosis Paru

TBC bisa disembuhkan dengan kombinasi OAT (Obat Anti Tuberkulosis) yang dikonsumsi 6 bulan sampai 1 tahun. Lamanya pengobatan dan kombinasi OAT yang dikonsumsi  berdasar pada stadium TBC pada setiap penderita.

Rahasia keberhasilan pengobatan TBC ialah pada ketaatan konsumsi obat dari pengidap. Mengkonsumsi OAT secara tepat waktu, tak berhenti, dan  sesuai saran dokter amat penting dilakukan sebab bila mengkonsumsi obatnya terputus dan tak teratur bisa mengakibatkan bakteri jadi kebal pada OAT itu sehingga butuh diganti jenis maupun kombinasi obat dan dosis obatnya akan ditambah. Bila telah sampai seperti kondisi itu, pengobatan akan jadi lebih susah dan dapat mengakibatkan komplikasi yang lebih parah.

Pencegahan Tuberkulosis

Akan tetapi anda tidak boleh kuatir, TBC ini amat dapat dicegah. Vaksinasi BCG ketika bayi adalah usaha untuk membangun kekebalan khusus pada penyakit ini. Memelihara status gizi yang baik dengan mengkonsumsi asupan yang bernutrisi pun dapat menyebabkan daya tahan tubuh menjadi maksimal untuk menghindari terjangkit TBC. Tak lupa etiket batuk bersin yang betul dan ventilasi rumah yang baik adalah beberapa hal yang dapat diupayakan untuk menghindari terjangkit TBC.

 

Baca Juga: