
Kegiatan Bimbingan Teknis Training of Trainers (Bimtek ToT) Calon Pengajar Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) Angkatan 5 Region 2 yang berlangsung selama enam hari di Makassar resmi ditutup oleh Dr. Muhammad Muchlas Rowi, MM, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bidang Transformasi Digital dan KA. Penutupan ini menandai dimulainya fase implementasi lapangan oleh calon fasilitator dalam mendukung transformasi pembelajaran teknologi di sekolah.
Muchlas Rowi dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh sekolah sasaran pelaksanaan program ini telah ditetapkan. Petunjuk teknis penggunaan BOS Kinerja pun telah disosialisasikan, membuka jalan bagi para fasilitator untuk melatih guru di lapangan.
"Ini adalah langkah awal yang strategis. Para fasilitator akan segera melatih guru-guru dari berbagai jenjang pendidikan, dari SD hingga SMK," jelas Muchlas.
Fasilitator yang lulus Bimtek ToT akan menjalani pelatihan berjenjang dengan pendekatan In-On-In: pelatihan awal, pendampingan di lapangan, dan evaluasi selama tiga bulan. Mereka berasal dari berbagai institusi, seperti UPT GTK, LPD, dan perguruan tinggi, dan akan mengedukasi para guru agar mampu mengintegrasikan koding dan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran secara tepat dan bertanggung jawab.
Muchlas menegaskan bahwa keberhasilan program ini merupakan tanggung jawab bersama. “Ini bagian dari Partisipasi Semesta, di mana semua pihak—pemerintah, guru, orang tua, dan peserta didik—berkolaborasi dalam mewujudkan pendidikan masa depan,” tegasnya.
Program ini bertujuan membangun ekosistem pembelajaran berbasis teknologi yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada penguatan etika dan karakter kebangsaan. Peserta didik diharapkan mampu menjadi pengguna sekaligus pencipta teknologi yang inovatif dan bertanggung jawab.
Kemendikdasmen menargetkan terciptanya sistem pendidikan yang inklusif, berdaya saing, dan mampu melahirkan generasi pembelajar abad ke-21 yang adaptif dan berintegritas.
Dengan ditutupnya kegiatan Bimtek ini, para fasilitator siap menjalankan peran penting dalam menyebarkan pembelajaran koding dan KA secara kontekstual, bermakna, dan berdampak bagi masa depan pendidikan Indonesia.